Peran Generasi Milenial dalam Menghadapi Tantangan 4.0 dan Implementasi Sila-Sila Pancasila Indonesia
Nama : Azzahrah Nur Salsabiilla
Mata Kuliah : Pancasila
Pengampu : Ibu Nurul Latifatul Inayati, S. Pd.I.M.Pd.I
Era industri semakin lama semakin berkembang. Kemunculan pertamanya ditandai dengan mekanisasi produksi menggunakan tenaga air dan uap. Lalu kemudian tenaga listrik pun hadir untuk membuat revolusi industri semakin berkembang, yang bisa disebut Revolusi Industri Kedua. Pada masa Revolusi Industri Ketiga, dengan adanya industri elektronik dan adanya teknologi informasi, sektor industri sudah bisa mewujudkan otomatisasi produksi. Dan sekarang, kita sedang menghadapi Revolusi Industri Keempat yang lebih dikenal dengan Revolusi Industri 4.0.
Namun, revolusi indutri 4.0 juga memberi pengaruh yang berpotensi besar mengubah 'tatanan' kehidupan manusia. Salah satu contoh pada kehidupan sosial yang semakin lama semakin terasa, yaitu perubahan gaya hidup. Kemajuan teknologi yang semakin pesat, dan membuat masuknya berbagai macam pengaruh dari luar, gaya hidup baru ini seringkali bertentangan dengan nilai-nilai Pancasila. Potensi Pancasila kehilangan eksistensinya sebagai ideologi bisa saja terjadi apabila pemerintah selaku penyelenggara negara dan masyarakat pada umumnya, khususnya para generasi milenial tidak bekerja sama untuk saling menumbuhkan kesadaran mengenai pentingnya nilai-nilai Pancasila bagi kehidupan dimasa yang akan datang.
Generasi milenial, katanya. Generasi yang berisikan pemuda-pemudi Indonesia yang menjadi modal utama untuk kemajuan bangsa dan negara kita. Namun, seringkali generasi ini lupa akan pentingnya nilai-nilai Pancasila. Kemerosotan moral, sikap dan perilaku kehidupan yang menyimpang dari norma-norma terjadi dimana-mana. Padahal, untuk menghadapi Revolusi Industri 4.0, generasi milenial Indonesia harus memiliki sifat yang sejalan dengan nilai-nilai Pancasila, memiliki kepribadian yang baik, kecerdasan yang dilandasi dengan ilmu dan wawasan yang luas, memiliki pikiran yang terbuka dan tujuan yang baik, berbobot dan bermanfaat.
Sama halnya dengan kemajuan internet yang sangat pesat. Kemajuan internet membuat kita bebas untuk melakukan komunikasi dan menyebarkan informasi ke penjuru bumi. Tapi, apabila kebebasan ini terus dilakukan tanpa adanya dasar kemauan yang kuat terhadap kecintaannya kepada tanah air Indonesia dan pedoman bangsa yakni Pancasila, maka negara ini akan mudah terpecah belah.
Maka dari itu, generasi muda ini harus diberikan penyuluhan akan pentingnya Pancasila sebagai alat pemersatu bangsa. Nilai-nilai Pancasila harus ditanamkan pada diri sendiri di kehidupan sehari-hari.
Mata Kuliah : Pancasila
Pengampu : Ibu Nurul Latifatul Inayati, S. Pd.I.M.Pd.I
Era industri semakin lama semakin berkembang. Kemunculan pertamanya ditandai dengan mekanisasi produksi menggunakan tenaga air dan uap. Lalu kemudian tenaga listrik pun hadir untuk membuat revolusi industri semakin berkembang, yang bisa disebut Revolusi Industri Kedua. Pada masa Revolusi Industri Ketiga, dengan adanya industri elektronik dan adanya teknologi informasi, sektor industri sudah bisa mewujudkan otomatisasi produksi. Dan sekarang, kita sedang menghadapi Revolusi Industri Keempat yang lebih dikenal dengan Revolusi Industri 4.0.
Namun, revolusi indutri 4.0 juga memberi pengaruh yang berpotensi besar mengubah 'tatanan' kehidupan manusia. Salah satu contoh pada kehidupan sosial yang semakin lama semakin terasa, yaitu perubahan gaya hidup. Kemajuan teknologi yang semakin pesat, dan membuat masuknya berbagai macam pengaruh dari luar, gaya hidup baru ini seringkali bertentangan dengan nilai-nilai Pancasila. Potensi Pancasila kehilangan eksistensinya sebagai ideologi bisa saja terjadi apabila pemerintah selaku penyelenggara negara dan masyarakat pada umumnya, khususnya para generasi milenial tidak bekerja sama untuk saling menumbuhkan kesadaran mengenai pentingnya nilai-nilai Pancasila bagi kehidupan dimasa yang akan datang.
Generasi milenial, katanya. Generasi yang berisikan pemuda-pemudi Indonesia yang menjadi modal utama untuk kemajuan bangsa dan negara kita. Namun, seringkali generasi ini lupa akan pentingnya nilai-nilai Pancasila. Kemerosotan moral, sikap dan perilaku kehidupan yang menyimpang dari norma-norma terjadi dimana-mana. Padahal, untuk menghadapi Revolusi Industri 4.0, generasi milenial Indonesia harus memiliki sifat yang sejalan dengan nilai-nilai Pancasila, memiliki kepribadian yang baik, kecerdasan yang dilandasi dengan ilmu dan wawasan yang luas, memiliki pikiran yang terbuka dan tujuan yang baik, berbobot dan bermanfaat.
Sama halnya dengan kemajuan internet yang sangat pesat. Kemajuan internet membuat kita bebas untuk melakukan komunikasi dan menyebarkan informasi ke penjuru bumi. Tapi, apabila kebebasan ini terus dilakukan tanpa adanya dasar kemauan yang kuat terhadap kecintaannya kepada tanah air Indonesia dan pedoman bangsa yakni Pancasila, maka negara ini akan mudah terpecah belah.
Maka dari itu, generasi muda ini harus diberikan penyuluhan akan pentingnya Pancasila sebagai alat pemersatu bangsa. Nilai-nilai Pancasila harus ditanamkan pada diri sendiri di kehidupan sehari-hari.
- Pada sila pertama "Ketuhanan Yang Maha Esa", sebagai penanda bahwa Tuhan adalah pusat dari segalanya. Kemajuan dan kecanggihan teknologi tidak bisa mengalahkan dan menggantikan kehebatan Tuhan, dan memiliki iman yang kuat menjadi sebuah keharusan bagi kita umat manusia.
- Pada sila kedua "Kemanusiaan yang adil dan beradab", dimana sila ini harus dijadikan sebagai pedoman dalam kehidupan bermasyarakat untuk bersikap adil dan bijaksana.
- Selanjutnya pada sila ketiga "Persatuan Indonesia", generasi muda harus sadar diperlukannya persatuan dan kesatuan agar bangsa Indonesia tidak akan dengan mudahnya untuk terpecah belah.
- Lalu pada sila keempat "Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan", menandakan bahwa semakin canggihnya kebebasan berkomunikasi kita juga harus bersikap demokratis dengan mementingkan aspek musyawarah dan mufakat dalam mengambil suatu keputusan.
- Dan yang terakhir, pada sila kelima "Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia", kita sebagai generasi milenial harus mementingkan keadilan bagi masyarakat. Tidak boleh untuk menutup sebelah mata dan memandang satu kaum saja.
Ideologi Pancasila seharusnya menjadi sebuah garis pandangan bagi setiap warganegaranya menghadapi fenomena
yang terjadi baik dari luar maupun dalam negeri. Dengan adanya revolusi industri 4.0 sehingga tantangan ideologi Pancasila semakin kompleks dalam
mengikuti perkembangan zaman. Pancasila harus menjalankan fungsinya sebagai ideologi terbuka, dinamis dan aktual. Dan peran generasi milenial pun tidak luput dari keterlibatannya. Suatu kewajiban bagi kita, warga negara Indonesia, untuk memajukan bangsa dan negara dengan memiliki sifat yang mencerminkan nilai-nilai Pancasila. Buatlah Indonesia bangga. Dan ingatlah selalu, ini bukan tentang apa yang Indonesia berikan kepadamu, tetapi apa yang kamu berikan kepada Indonesia.
Komentar
Posting Komentar